Cara mengembangkan kemampuan seorang anak untuk memahami Matematika


Ber-Matematika di Rumah
Anak-anak membutuhkan banyak pengalaman akan konsep Matematika untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilannya pada tahap elementari. Orangtua dapat membantu mereka dirumah dengan ide-ide berikut untuk mengasah penalaran Matematikanya dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving skills).
Jangan langsung “menembak” anak-anak dengan “Matematika”. Hal yang lebih baik adalah memberikan pengalaman-pengalaman untuk “hidup dan bermain” dengan Matematika. Sediakan waktu untuk memulai permainan Matematika di rumah. “Matematika” yang “baru” akan memberikan orangtua kesempatan untuk sama-sama belajar bersama anak. Anda akan melihat betapa efektif aktifitas-aktifitas ini dalam mengajarkan pengalaman ber-Matematika. Permainan ini dapat ditemukan di web (online), dan dapat dibuat dari benda-benda yang sederhana yang ada di sekitar rumah.
Sebuah lembaga “Teachers of Connected Mathematics” merekomendasikan permainan yang :
  • Membutuhkan dan mengembangkan keterampilan menghitung secara mental dan estimate (penaksiran)
  • Mengharuskan pemainnya (dalam hal ini anak dan orangutan) untuk menggunakan kemampuan matematikanya
  • Melibatkan permainan dan pengembangan strategi (seperti monopoli)
  • Mengharuskan pemainnya untuk berpikir mengenai probabilities akan sebuah peristiwa yang mungkin muncul (seperti bermain dadu)
  • Membutuhkan penggunaan ketrampilan visual spasial
  • Membutuhkan pemikiran logis (seperti puzzle)
 Beberapa permainan yang cocok dengan rekomendasi diatas antara lain adalah Bingo, kartu remi, domino, catur, monopoli, congklak, dan sejenisnya. Untuk jenis permainan, dapat disesuaikan dengan usia, pemahaman, dan perkembangan motorik anak. Tak kalah pending, dengan bermain bersama mereka, tak terasa, Anda telah mengajarkan mereka Matematika sambil bermain !


Mengajarkan Konsep Waktu
Berbincanglah mengenai jadwal aktifitas tertentu yang akan Anda sekeluarga lakukan. Ajarkan anak bagaimana menggunakan jam (tangan atau dinding) untuk dapat  mengetahui pukul berapa sekarang dan kapan aktifitas tertentu akan dilakukan (misal pergi berenang satu jam lagi dari sekarang, memasak ayam goreng membutuhkan waktu 1 jam, berarti ayam akan matang pada jam sekian).
Belikan si kecil jam yang lucu, atau keren, walaupun ia belum dapat membaca jam dengan baik. Si kecil akan menyukainya, dan akan mencoba untuk belajar ketika ia memakainya.
Pergunakan timer yang terdapat di oven (atau dijual terpisah), atau stopwatch. Pasang timer tersebut untuk bersiap pada pagi hari dan juga sewaktu mengerjakan PR (pekerjaan rumah). Jadikan hal ini menyenangkan dan tantang si kecil untuk berlomba dengan waktu ketika mengerjakan tugas, atau menyelesaikan puzzle.
Pasanglah jam digital dan analog di rumah. Jam analog akan mengajarkan secara detail tentang “perjalanan waktu” dari detik, menit, dan jam dalam sehari.


Mengajarkan Pengukuran
Sesekali libation anak didapur. Belilah beberapa alat ukur dan ajarkan anak untuk menggunakannya ketika memasak atau membuat kue. Membuat kue-kue kering dengan reset juga membantu mereka belajar tenting mengukur bahan-bahan. Anak-anak bisa menimbang beratnya terigu atau menakar berapa sendok gula yang diperlukan, sementara Anda menyiapkan oven.
Contoh yang mungkin ekstrim dan tidak mudah adalah dengan membuat rumah pohon. Ketika Anda bermain, Anda akan merasakan masa kecil yang menyenangkan. Biarkan si kecil menentukan ukuran dan jumlah papan yang akan digunakan dan sekaligus mengukurnya, sementara Anda memotong dan memakunya. Juga untuk keamanan, berikan meteran yang terbuat dari kayu atau bahan dibanding yang terbuat dari metal.


Mengajarkan Konsep Uang
Faktanya, banyak penghitungan Matematika dalam hidup kita adalah yang berhubungan dengan uang. Ajarkan konsep uang kepada si kecil sesuaikan dengan tahapan perkembangannya dan banngulah pemahamannya secara bertahap. Sesekali, berilah si kecil beberapa lembar uang ketika Anda bersamanya pergi ke supermarket. Biarkan ia memilih apa yang akan ia beli, dan minta ia untuk menghitung berapa harga barang tersebut dan apakah barang tersebut dapat terbeli dengan uang yang ia miliki.
Memiliki ‘celengan’ juga baik, namun pastikan yang dapat dengan mudah dibuka dan dapat dihitung uangnya dengan mudah. Berikan uang ‘kembalian’ atau receh setiap Anda berbelanja secara rutin kepada si kecil, dan biarkan ia mengelola dan menghitung berapa yang telah terkumpul.
Untuk anak yang lebih besar (kelas 3, misalnya) bisa juga diajarkan untuk membuat laporan mingguan mengenai pendapatan dan pengeluaran selama satu minggu, dengan melibatkan kemampuan komputer, dengan cara membuat laporan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hal ini juga mengajarkan  mereka konsep awal mengenai ‘budgeting‘. Mintalah ia untuk mencetaknya mingguan atau bulanan.


Selamat mencoba dan terus berkarya……MATH IS FUN !! J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar